5 Perbedaan Sistem Pemilu Di Indonesia dan Amerika Serikat

Amerika Serikat dalam waktu dekat akan megadakan pemilihan umum untuk presiden baru nya. Sama seperti Indonesia, mereka hanya memiliki 2 kandidat yang akan menjadi salon Presiden AS.

Tentu saja persaingan kedua belah pihak ini sangat ketat dan berlangsung cukup panas. Hal ini juga biasa kita lihat di Indonesia ketika memilih presiden dalam 5 tahun sekali.

Indonesia dan Amerika Serikat merupakan dua negara yang sama-sama menganut system demokrasi, dimana warganya berhak memilih langsung calon presiden mereka.

5 Perbedaan Pemilu Di Indonesia Dan Amerika

Namun, meski memiliki system yang sama, ternyata kedua negara ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam hal penyelenggaraan pemilu.

Apa saja? Yuk simak dibawah ini.

1.Jumlah Partai

Salah satu hal yang paling mencolok, di Indonesia kita tahu ada banyak sekali partai yang berpartisipasi dalam pemilu, namun tidak dengan AS.

Pemilihan umum di AS dikuasai oleh 2 partai besar, yaitu Partai Demokrat dan Republik. Sebenanrnya dalam konstitusi AS tidak ada batasan dalam jumlah partai.

Namun dalam sejarah dan tradisinya hanya dua partai besar tersebut yang selalu menguasai pemilu di sana.

2.Cara Menentukan Calon Presiden

Di Indonesia, setiap partai politik bebas mengajukan calon presidennya. Capres ini pn umumnya ditunjukkan langsung oleh partai yang mengusungnya.

Sementara di AS, masyarakat merupakan pihak yang memiliki pengaruh kuat dana pemilihan capres dari setiap partai politik.

Capres akan ditentukan melalui pemilu pendahuluan, baik melalui system kaukus maupun primary, selain itu, capres dari masing-masing partai akan diseleksi terlebih dahulu melalui konsesi yang melibatkan kader dari masing-masing partai.

3.Cara Menentukan Pemenang Pemilu

Di Indonesia, siapa pun yang berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilu maka akan langsung dianggap sebagai pemenang.

Berbeda dengan AS, kemenangan seorang capres ditentukan oleh 538 perwakilan negara bagian yang tergabung dalam electoral college.

Keberadaan ini diatur dalam konstitusi AS Pasal 2 ayat 3. Sementara itu, untuk memenangkan pilpres dibutuhkan 270 suara elector.

Setelah pemilihan presiden diselenggarakan, maka pada bulan Desember electoral college akan mengadakan.

Di kebanyakan negara bagian, anggota electoral college memberikan suara mereka berdasarkan suara mayoritas pemilih di negara bagian mereka.

Para pemilih akan memilih di negara bagian pada 15 Desember sementara kongres akan menghitung hasilnya pada Januari mendatang,

4.Waktu Pemilu

Pemilu AS diselenggarakan setiap 4 tahun sekali pada November tahun genap. Pemilu selalu jatuh pada hari Selasa. Sedangkan di Indonesia, pemilihan presiden akan jatuh setiap 5 tahun sekali.

Uniknya, saat warga AS memilih calon presiden, secara bersamaan mereka juga akan memilih kepala daerah di berbagai tingkatan, pemilihan hakim-hakim baru, bahkan pemilihan supervisor distrik-distrik sekolah public.

5.Atribut Saat Pemilu

Jika sudah memasuki musim pemilu, maka kita akan mudah melihat atribut parpol berserakan di seluruh pelosok Indonesia.

Bahkan, tak jarang atriut-atribut ini dipasang secara berlebihan sehingga terlihat mengotori berbagai wilayah.

Beda dengan yang ada di AS. Disana, akan jarang terlihat spanduk maupun pamphlet ajakan untuk memilih salah satu calon presiden tersebut yang terpampang di jalanan.

Itulah 5 perbedaan yang mencolok antara pemilu presiden di negara kita dan di negara Amerika Serikat. Memang setiap negara memiliki cara serta hukumnnya sendiri untuk memajukan negaranya.

Menurutmu, apakah kebijakkan AS bisa kita contoh di Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *