Arsip Kategori: pemilihan presiden

Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Pemilihan Presiden

Pemilihan umum merupakan suatu cara memilih wakil-wakil rakyat serta merupakan salah satu bentuk pelayanan hak-hak asasi warga negara bidang politik.

Jadi, sudah menjadi keharusan pemerintahan demokrasi untuk melaksanakan pemilihan umum dalam waktu-waktu yang telah ditentukan terutama di Indonesia.

Pemilu Berdasarkan Pancasila

Pemilihan umum dilaksanakan Sebagai perwujudan demokrasi. Pemilihan Umum di Indonesia dilaksanakan secara langsung, rakyat secara langsung memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di badan-badan perwakilan rakyat.

Pemilu diselenggarakan dengan tujuan memilih wakit rakyat dan wakil daerah, serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan juga memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Pasal 22E Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil).

Selain UUD 1945, pemilihan umum juga terdapat pada Pancasila terutama dalam sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan.”

Awalnya, musyawarah memiliki arti pembahasan bersama oleh semua pihak dan forum musyawarah beda dengan forum perwakilan. Tapi, karena komposisi dan sifat kerjanya, DPR sulit mencapai “Hikmat Kebijaksanaan.”

Pasca perubahan rakyat kembali memegang penuh kedaulatan. Sila ke-4 dan Pemilu oleh DPR. Pancasila tetap menjadi dasar negara meski UUD 1945 mengalami perubahan.

Tak ada perubahan filosofis, namun yang terjadi adalah perubahan yuridis. Argumentasu tentang pemilu oleh DPR dapat diterima sebelum perubahan.

Namun argumentasi itu menjadi tumpul ketika perubahan UUD 1945 memang mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

Demokrasi menurut sila ke-4 bukanlah “demokrasi perwakilan”. Jadi Pemilihan Langsung menjadi satu-satunya bentuk demokrasi yang menegaskan dan menjunjung tinggi menempatkan kedaulatan dan hak rakyat pada tempat yang seharusnya dalam memilih pemimpinnya sendiri.

Pemilu merupakan hal yang esensial bagi seluruh negara demokrasi, terutama Indonesia. Namun, akhir-akhir ini kita bisa melihat pengaruh globalisasi mempengaruhi rakyat Indonesia, yaitu apatis.

Rakyat Indonesia menjadi semakin apatis terhadap Pemerintah dan juga negara. Keadaan ini merupakan keadaan yang sangat krusial bagi Negara karena pola pikir masyarakat tak tertuju pada tujuan Indonesia terutama dalam prinsip kesatuan dan persatuan Sebagai Bangsa Indonesia.

Sikap individualism yang sudah sampai kepada masyarakat Indonesia ini bisa mengakibatkan semangat gotong royong yang dimiliki Indonesia semakin memudah hingga habis.

Karena itu, Pemilu harus makin digalakkan dan Pemilu harus dilaksanakan dengan luberjurdil karena jika tidak dilaksanakan sesuai asas ini, rakyat akan malas untuk melaksanakan Pancasila.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah penyelenggara pemilu harus memaksimalkan sosialisasi Pemilu berbasis pelayanan, misalnya dalam proses sosialisasi setiap tahapan pemilu harus bisa memastikan bahwa setiap informasi kepemiluan telah dimengerti oleh masyarakat.

Contoh selain sosialiasai resmi dalam forum diskusi seminar, sebaiknya disosialisasikan juga lewat perkembangan teknologi yaitu media-media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, dan lain-lain. Sehingga memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Objek utama masyarakat juga menjadi keharusan untuk bergerak aktif, bukan hanya para orang politik karena dengan adanya kemajuan teknologi maka akan semakin gampang untuk mengakses informasi.

Namun hal ini juga harus didukung oleh rakyat aktif karena untuk menyambut informasi dari pelanggan Pemilu, rakyat harus agresif sekali sehingga informasi bisa benar-benar sampai dan masalah yang muncul tereliminasi.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan Pemilu yang berdasarkan Pancasila, standarisasinya terletak pada penyelenggara Pemilu yang harus melaksanakan Pemilu denan maksimal dan memanfaatkan media yang ada serta didukung aktif oleh masyarakat.

Politikus Hobby Berjudi

Seorang Politikus Hobby Berjudi

Seorang Politikus Hobby Berjudi – Kisah kali ini adalah tentang paman saya yang gemar sekali dalam taruhan game online android. Meski dia adalah pelaku politik namun hal ini malah mempermudahnya dalam melakukan perjudian. Kadang sekali main dia bisa menghabiskan uang hingga belasan juta.

Paman saya ini dulunya bukan pemain judi, tapi karena sudah memiliki jumlah gaji yg cukup banyak maka bingung harus diapakan duit tersebut. Sementara bisnis juga sudah banyak, semuanya menghasilkan omset sangat besar. Jadilah dia menjadi seorang pemain judi online, untuk mengisi kekosongan diwaktu senggang nya.

Politikus Hobby Berjudi Yang Dermawan

Sebenarnya bermain judi itu salah karena ya bertentangan sama ajaran agama kata orang – orang. Tapi paman juga bilang gini, “tau gk sebenarnya juga gajih besar anggota politik pemerintahan seperti aku ini, banyak mengambil dari pajak negara”. Bagi paman itu juga sebenarnya salah, tapi dia tetap banyak berbuat kebaikan.

Politikus Hobby Berjudi

Salah satunya adalah ketika dia sering menang dalam bermain judi online, maka paman bakal membagi – bagikan hadiah tersebut kepada kami. Paman cuma butuh hiburan bukan hadiah uang yg ada dalam taruhan tersebut. Jadi ya, setiap menang beliau selalu memberikan kepada aku dan sepupu lainnya.

Terus juga setiap bulan paman selalu membagikan 10% dari gajihnya sebagai staff politik negara untuk anak yatim & panti jompo. Hal ini rutin dia bagikan, karena buat dia berbagi adalah hal yang sangat indah. Ketika kita mau berbagi / menolong, maka semuanya itu bakal balik lagi kepada kita.

Sudah setahun ini paman selalu menang main judi online, sehingga uang menang yang dia bagikan sama kami bisa buat modal pergi berlibur. Senang banget deh pokoknya punya paman yang super the best seperti dia. Kadang kan ada tuh pelaku politik negara yang terlalu serakah, sudah banbyak penghasilan tapi tidak mau berbagi.

Pemilu 2019 Indonesia Disebut Pemilu Terbaik di Dunia

Menteri coordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sejumlah negara besar menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi atas suksesnya Pemilu 2019 di Indonesia.

Negara-negara tersebut menyebutkan bahwa Pemilu 2019 yang digelar di Indonesia merupakan pemilu terbaik di dunia.

Pemilu 2019 Merupakan Pemilu Terbaik di Dunia

Selain itu, beberapa kepala negara besar tersebut juga memberikan selamat atas hasil akhir rekapitulasi suara Pilpres 2019 di mana capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menang atas pesaingnya, capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tanggal 22 Mei kemarin hampir 10 (negara) yang saya tahu, kepala negara sudah melakukan selamat kepada Pak Jokowi, mulai Amerika, Rusia, China, Australia, Jepang, Korea, ASEAN semua sudah,” kata Luhut saat ditemui di Surabaya, Minggu 26 Mei 2019 malam.

Luhut menilai, para kepala negara tersebut memberikan selamat kepada pelaksanaan Pemilu 2019 dengan dasar yang kuat, salah satunya adalah pelaksanaan pemilu di Indonesia dilakukan secara jujur dan adil.

“Kalau negara besar ini sudah mengucapkan selamat, tentu mereka juga melihat apakah pemilu itu dilakukan dengan jurdil, dan itu mereka mengatakan yes,” kata Luhut.

Secara langsung, Luhut bahkan telah bertemu Dubes Amerika, China, Rusia. Mereka mengakui bahwa pilpres di Indonesia merupakan salah satu pemilihan presiden terbaik di dunia.

“Mereka malah menyimpulkan sendiri. Ini Indonesia harus bangga menjadi satu negara yang demokratis melaksanakan pilpres, DPD, DPR, DPRD tingkat II, DPRD tingkat I, sekaligus satu hari dan hanya enam jam, tanpa ada masalah yang serius,” ungkapnya.

Ditambah lagi dengan capaian tigkat partisipasi masarakat Indonesia dalam pemilu 2019 kali ini yang disebut Luhut mencapai 81 persen atau diikuti oleh 153 juta pemilih. Jumlah tersebut, kata Luhut, telah melebihi partisipasi pemilu Amerika serikat pada 2016.

“Jadi negara kita ini sebenarnya negara demokratis terbesar nomor satu di dunia karena Amerika itu peserta yang qualified ikut pemilu 230 juta, tapi karena yang hadir cuma 50 sekian persen, yang datang ke TPS itu kira-kira hanya 130 juta,” ucapnya.

Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan, Pemilu 2019 adalah terburuk pascareformasi. Namun, hal ini dibantah oleh Direktur Bidang Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Lukman Eddy.

Ia menuturkan, justru tahun 2019 adalah pemilu terbaik. Sebab, pemilu kali ini memiliki jumlah partisipasi yang tinggi, yaitu 77 persen dari target KPU. Bahkan, pemilihan presiden mencapai 80 persen.

“Dari sisi ini pemilu di Indonesia menjadi pemilu dengan partisipasi tertinggi di negara-negara demokrasi, terutama dengan sistem rekruitmen pemilih secara pasif (sukarela),” ucap Lukman di Jakarta, Minggu, 21 April 2019. Selain itu, situasi keamanan dan tertib.

“Negara dalam keadaan aman dan tenteram, tidak seperti negara lain proses periodesasi kepemimpinan selalu menghadapi konflik yang keras,” ungkap politikus PKB ini.

Kemudian, menurutnya pilar-pilar demokrasi berjalan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Tak ada yang merasa terhambat aspirasinya.

Partai politik, penyelenggara pemilu, media massa, dan masyarakat, mengikuti semua tahapan dengan baik.

“Tahapan-tahapan pemilu, mulai dari rekruitmen penyelenggara, rekruitmen peserta pemilu, rekruitmen kandidat, masa kampanye, masa minggu tenang, hari H pemilu, dan sekarang penghitungan dan rekapitulasi berjalan dengan baik.” Jelas Lukman.

“Mudah-mudahan masa penetapan anggota legislatif dan presiden terpilih juga sesuai jadwal,” tambahnya.

Bahkan, beberapa ahli dan pengamat menyebut pemilu di Indonesia akan menjadi contoh bagi negara-negara demokrasi lainnya.

Daftar Presiden Yang Pernah Menjabat di Indonesia

Saat ini, Indonesia dipimpin oleh Bapak Joko Widodo yang dipercaya oleh rakyat untuk menjabat. Sebelum ia menjabat, sudah ada  6 orang yang pernah berada di posisinya sebagai Presiden.

Mereka merupakan orang-orang yang dipercaya untuk memimpin negara ini. Untuk kalian yang mungkin belum tahu atau belum hafal. Yuk simak ringkasannya di bawah ini.

Daftar Presiden Indonesia

Sejak 17 Agustus 1945 lalu, Indonesia sudah melewati berbagai kesenangan maupun kesedihan. Tak terkecuali dengan pandemic yang terjadi sekarang ini.

Bahkan, Indonesia telah mengganti pemimpinnya sebanyak 7 kali sepanjang perjalanannya. Ke 7 presiden tersebut memiliki masa jabatan yang beragam.

1.Soekarno

Soekarno sebagai tokoh proklamator negeri ini terpilih sebagai Presiden Indonesia pertama. Hasil siding PPKI tangga; 18 Agustus 1945 menetapkan Beliau sebagai Presiden diwakili ileh Mohammad Hatta.

Beliau lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodiharjo. Beliau meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di Jakarta pada umur 69 tahun.

Soekarno menjabat sejak 18 Agustus 1945 sampai dengan 12 Maret 1967. Ia berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama Moh Hattta.

2.Soeharto

Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Yogyakarta serta menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 27 Januari 2008 di usia 86 tahun.

Beliau dinobatkan sebagai presiden terlama di negeri ini yang menjabat selama 31 tahun sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Soeharto sendiri beraal dari partai Golkar dimana ia telah didampingi oleh 6 wakil presiden.

3.BJ Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan putra kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 September 2019 di Jakarta.

Ia merupakan presiden dengan jabatan tersingkat, yaitu selama 1  tahun 5 bulan tanpa wakil sejak 21 Mei 1998 sampai dengan 20 Oktober 1999.

4.Abdurahaman Wahid

Beliau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Ia lahir di Jombang, 7 September 1940 dan meninggal  dunia pada umurnya yang ke 69 tahun di Jakarta 30 Desember 2009.

Gus Dur memimpin negeri ini sejak 20 Oktober 1999 sampai dengan 23 Juli 2001. Ia berasal dari Parta Kebangkitan Bangsa (PKB)

5.Megawati Soekarno Putri

Megawati lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Ia merupakan anak dari Soekarno, Presiden pertama Indonesia.

Sampai saat ini, ia merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi Presiden Indonesia. Ia menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai dengan 20 Oktober 2004.

6.Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dipanggil SBY merupakan Presiden yang terpilih secara langsung melalui Pemilu.

Ia menjabat selama dua periode berturut-turut untuk memimpin negeri ini. SBY lahir di Pacitan, 9 September 1949.

Selama 10 tahun ia memimpi terhitung dari 20 Oktober 2004 sampai dengan 20 Oktober 2014. SBY juga dikenal sebagai presiden dan berkarir di militer.

7.Joko Widodo

Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Sebelumnya ia terlah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan walikota Surakarta selama 2 periode terhitung 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012.

Ia menjabat sebagai Gubernur pada 12 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2016. Kemudian ia ikut bertrung dalam pemilihan presiden periode 2019 – 2024.

Itulah 7 presiden yang telah sukses memimpin negeri ini hingga bisa menjadi seperti sekarang.

5 Fakta Presiden Kita, Joko Widodo

Seperti yang kita semua ketahui, Joko Widodo merupakan presiden ke 7 Republik Indonesia. Namun, beliau merupakan presiden pertama yang berasal dari lingkar luar elit Jakarta.

Ia tidak memiliki latar belakang militer atau berasal dari dinasti politik yang kuat, ia juga dikenal senagai sosok yang sederhana.

Walau dianggap dekat dengan rakyat, namun ia tetap memiliki fakta unik yang menarik dan jarang diketahui.

Mau tahu? Yuk simak dibawah ini.

5 Fakta Presiden Jokowi, Sederhana Tapi Tetap Keren

Selama menjabat di pemerintahan, Jokowi terkenal dengan hobi nya yang suka turun langsung untuk melhat kondisi masyarakat.

Selain kepiawaiannya dalam memimpin, Jokowi rupanya juga menyimpan segudang kisah hidup dan fakta unik yang tidak boleh dilewatkan.

1.Asal Mula Nama

Tak banyak yang mengetahui bahwa nama Jokowi ternyata bukan hanya sekedar iseng. Nama tersebut memiliki sejarah yang menarik dari kesehariannya sebagai eksportir mebel.

Perusahaan furniture milik Jokowi yag bernama CV Rakabu konon didatangi seorang oembeli asal Prancis bernama Bernard Chene.

Di lingkungan Solo, Jawa Tengah, Joko merupakan nama yang kerap digunakan sehingga orang asing seperti Bernard kesulitan membedakan satu sama lain.

“Saya bertemu dengan pembeli mebel dari Prancis bernama Bernard Chene. Ia memberi sebutan Jokowi untuk sayam untuk membedakan Joko Eidodo dengan Joko lainnya. Sejak saat itu, orang-orang disana memanggil saya Jokowi.” Ungkapnya di vlog pribadinya.

2.Pernah Ganti Nama

Sebelum menyandang nama Joko Widodo, Jokowi awalnya bernama Mulyono. Kedua orang tuanya lalu mengganti nama tersebut menjadi Jokowi karena ia sakit-sakitan.

Menurut kepercayaan Jawa, anak kecil yang sering sakit-sakitan, harus segera berganti nama. “Boleh tidak percaya, saya kemudian tumbuh sehat” katanya.

3.Pecinta Minuman Temulawak

Temulawak merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang sering diolah menjadi minuman jamu tradisional.

Temulawak ini mempunyai berbagai mafaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, tumbuhan ini terbukti ampuh untuk mengatasi masalah pencernaan, peradangan, osteoarthritis, hingga gangguan liver.

Jokowi mengaku bahwa segelas temulawak adalah minuman wajibnya setiap pagi sebelum mulai bekerja. “Kalau mau agak enak, biasanya dicampur sedikit jahe” ujarnya.

4.Rata-Rata Tidur Dua Jam Sehari

Sebagai seorang pemimpin negara, padatnya agenda hingga serangkaian perjalanan dinas tentu saja menyita waktu istirahat Jokowi hingga tidak bisa tidur sesuai jadwal.

Menurut pengakuannya, rata-rata waktu tidur beliau ialah 2 jam sehari. Padahal, orang dewasa berusia 24 – 64 tahun membutuhkan waktu tidur 7 – 9 jam per hari.

Untuk melengkapi waktu tidur yang kurang itu, Jokowi senantiasa menyempatkan beristirahat sejenak di setiap perjalanan yang dilakukannya.

“Kalau dalam perjalanan di mobil 15 menit, di pesawat setengah jam.” Ucap Jokowi. Menurut cerita pegawai kantor Staf Presiden Happy Kurniawan Harianto, Jokowi selalu tidur diatas jam 00.00 malam karena kesibukannya.

“Pak Jokowi tuh ngobrol sebentar, gak sampai 10 menit bisa tertidur” ucapnya.

5.Jarang Sarapan Dan Menyukai Makanan Sederhana

Beda dengan kebanyakan orang pada umumnya yang mengonsumsi sarapan, Jokowi rupanya jarang makan berat saat mengawali rutinitas pagi hari.

Ia terkadang hanya mengisi perut dengan makanan ringan seperti telur rebus. Untuk makanan sehari-hari, Jokowi juga lebih menyukai menu tradisional sederhana seperti nasi liwet, sayur asem, dan tempe.

Biasanya jika tidak menyantap telur rebus, ia hanya meminum jamu, madu, atau air putih di pagi hari. Jamu favoritnya adalah campuran temulawak, jahe, dan kunir.

Itulah 5 fakta menarik tentang Jokowi. Wah, ternyata presiden kita adalah orang yang sangat sederhana dan pekerja keras ya. Semangat pak Presiden!

Fakta Pilpres 2019 Yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Pemilihan presiden merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan 5 tahun sekali. Pemilihan ini diikuti oleh seluruh warga Indonesia yang telah memiliki KTP.

Dalam pemlu tahun 2019 lalu, ada sebuah peraturan baru dimana kita akan langsung mendapatkan 5 kertas coblos sekaligus.

5 kertas tersebut termasuk salah satunya pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPR, dan lain-lain.

Namun, ternyata di balik pilpres 2019, ada beberapa fakta yang mungkin belum kalian tahu. Apa saja? Yuk simak dibawah.

Fakta Pilpres 2019

Mahkaman Konstitusi (MK) telah selesai melakukan pemeriksaan perkara hasil pilpres 2019 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Siding digelar sebanyak 6 kali dimulai pada Jumat 14 juni 2019 hingga 21 juni 2019. Prabowo dan Sandi menggugat hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Selama persidangan pemeriksaan perkara, ada sejumlah hal yang menarik, yaitu:

1.MK Diminta Diskualifikasi Jokowi – Ma’ruf dan nyatakan Prabowo – Sandi Menang

Tim hukum Prabowo – Saniaga meminta MK mendiskualifikasi pasangan Jokowi – Ma’ruf sebagai peserta pemilu 2019.

Mereka menilai, paslon nomor urut 01 itu telah melakukan kecurngan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

Mereka juga meminta MK menyatakan pasangan capres – cawapres nomor urut 2 sebagai pemenang pilpres ataupaling tidak pemungutan suara diulang secara nasional.

Ketua tim hukum Prabowo – Sandi menuduh, Presiden Jokow sebagai petahana setidaknya melakukan lima bentuk kecurangan selama pilpres 2019.

Kelima tuduhan kecurangan tersebut adalah penyalahgunaan Anggaran Belanja Negara dan Program Kerja pemerintah, Penyalahgunaan Birokrasi dan BUMN, Ketidaknetralan Aparatur Negara, Polisi, dan Intelijen,Pembatasan Kebebasan PERS dan diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakkan hukum.

Ia mengklaim, kelima jenis pelanggaran dan kecurangan itu bersifat terstruktur, sistematis, dan massif. “Dalam arti dilakukan oleh apparat structural, terencana, mencakup dan berdampak luas kepada banyak wilayah Indonesia” katanya.

Selain itu, Tim Hukum Prabowo Sandi juga mengungkapkan hal lainnya dalam pokok permohonan. Misalnya, menuding adanya kekacauan Situng milik KPU hingga menuding adanya daftar oemilih tetap (DPT) yang invalid.

2.KPU Nilai Permohonan Prabowo – Sandi Tidak Jelas

KPU menyeutkan bahwa permohonan sengketa yang diajukan oleh Prabowo – Sandi tidak jelas atau kabur.

Hal ini tercantum dalam berkas jawaban yang diserahkan KPU ke MK untuk menjawab gugatan Prabowo – Sandi.

Jelas terbukti bahwa permohonan pemohon tidak jelas sehingga menurut hukum permohonan harus dinyatakan tidak dapat diterima.

Gugatan tersebut mialnya soal dalil adanya kecurangan terstruktur,, sistematis, dan massif yang diduga dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini passion nomor urut 01 Jokow – Ma’ruf.

Menurut KPU, kubu Prabowo tidak menguraikan secara jelas kapan, dimana, dan bagaimana pelanggaran dilakkan atau siapa melakukan apa dan bagaimana cara melakukannya.

Dalam berkas permohonan, KPU menyebutkan bahwa semuanya serba tidak jelas dan menyulitkan pihaknya untuk memberikan tanggapan atas dalil-dalil pemohon.

Soal tudingan pemilih usia kurang dari 17 tahun sebanyak 20.475 orang pun dianggap tak jelas. Sebab, mereka tidak menyebutkan siapa mereka, apakah mereka menggunakan hak pilihnya atau tidak, di TPS mana mereka menggunakan hak pilihnya, dan kepada siapa mereka menentukan pilihannya.

Begitu juga dengan tudingan mengenai pemilih berusia lebih dari 90 tahun, banyaknya pemilih dalam satu kartu keluarga, DPT Invalid, dan DPT ganda, Situngm hingga tudingan penghilangan C7 atau daftar hadir pemilih di TPS, seluruhnya tidak jelas.

Itulah fakta yang mungkin tidak diketahui banyak orang mengenai pilpres 2019. Bagaimana menurutmu?