pemilihan presiden

Fakta Pilpres 2019 Yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Pemilihan presiden merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan 5 tahun sekali. Pemilihan ini diikuti oleh seluruh warga Indonesia yang telah memiliki KTP.

Dalam pemlu tahun 2019 lalu, ada sebuah peraturan baru dimana kita akan langsung mendapatkan 5 kertas coblos sekaligus.

5 kertas tersebut termasuk salah satunya pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPR, dan lain-lain.

Namun, ternyata di balik pilpres 2019, ada beberapa fakta yang mungkin belum kalian tahu. Apa saja? Yuk simak dibawah.

Fakta Pilpres 2019

Mahkaman Konstitusi (MK) telah selesai melakukan pemeriksaan perkara hasil pilpres 2019 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Siding digelar sebanyak 6 kali dimulai pada Jumat 14 juni 2019 hingga 21 juni 2019. Prabowo dan Sandi menggugat hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Selama persidangan pemeriksaan perkara, ada sejumlah hal yang menarik, yaitu:

1.MK Diminta Diskualifikasi Jokowi – Ma’ruf dan nyatakan Prabowo – Sandi Menang

Tim hukum Prabowo – Saniaga meminta MK mendiskualifikasi pasangan Jokowi – Ma’ruf sebagai peserta pemilu 2019.

Mereka menilai, paslon nomor urut 01 itu telah melakukan kecurngan yang terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

Mereka juga meminta MK menyatakan pasangan capres – cawapres nomor urut 2 sebagai pemenang pilpres ataupaling tidak pemungutan suara diulang secara nasional.

Ketua tim hukum Prabowo – Sandi menuduh, Presiden Jokow sebagai petahana setidaknya melakukan lima bentuk kecurangan selama pilpres 2019.

Kelima tuduhan kecurangan tersebut adalah penyalahgunaan Anggaran Belanja Negara dan Program Kerja pemerintah, Penyalahgunaan Birokrasi dan BUMN, Ketidaknetralan Aparatur Negara, Polisi, dan Intelijen,Pembatasan Kebebasan PERS dan diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakkan hukum.

Ia mengklaim, kelima jenis pelanggaran dan kecurangan itu bersifat terstruktur, sistematis, dan massif. “Dalam arti dilakukan oleh apparat structural, terencana, mencakup dan berdampak luas kepada banyak wilayah Indonesia” katanya.

Selain itu, Tim Hukum Prabowo Sandi juga mengungkapkan hal lainnya dalam pokok permohonan. Misalnya, menuding adanya kekacauan Situng milik KPU hingga menuding adanya daftar oemilih tetap (DPT) yang invalid.

2.KPU Nilai Permohonan Prabowo – Sandi Tidak Jelas

KPU menyeutkan bahwa permohonan sengketa yang diajukan oleh Prabowo – Sandi tidak jelas atau kabur.

Hal ini tercantum dalam berkas jawaban yang diserahkan KPU ke MK untuk menjawab gugatan Prabowo – Sandi.

Jelas terbukti bahwa permohonan pemohon tidak jelas sehingga menurut hukum permohonan harus dinyatakan tidak dapat diterima.

Gugatan tersebut mialnya soal dalil adanya kecurangan terstruktur,, sistematis, dan massif yang diduga dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini passion nomor urut 01 Jokow – Ma’ruf.

Menurut KPU, kubu Prabowo tidak menguraikan secara jelas kapan, dimana, dan bagaimana pelanggaran dilakkan atau siapa melakukan apa dan bagaimana cara melakukannya.

Dalam berkas permohonan, KPU menyebutkan bahwa semuanya serba tidak jelas dan menyulitkan pihaknya untuk memberikan tanggapan atas dalil-dalil pemohon.

Soal tudingan pemilih usia kurang dari 17 tahun sebanyak 20.475 orang pun dianggap tak jelas. Sebab, mereka tidak menyebutkan siapa mereka, apakah mereka menggunakan hak pilihnya atau tidak, di TPS mana mereka menggunakan hak pilihnya, dan kepada siapa mereka menentukan pilihannya.

Begitu juga dengan tudingan mengenai pemilih berusia lebih dari 90 tahun, banyaknya pemilih dalam satu kartu keluarga, DPT Invalid, dan DPT ganda, Situngm hingga tudingan penghilangan C7 atau daftar hadir pemilih di TPS, seluruhnya tidak jelas.

Itulah fakta yang mungkin tidak diketahui banyak orang mengenai pilpres 2019. Bagaimana menurutmu?  

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *