Sistem Pemilihan Presiden di Korea Utara

Warga Korea Utara juga memberikan suara mereka untuk memilih anggota parlemen, yang merupakan pemilihan umum kedua yang digelar sejak Kim Jong Un memimpin negeri itu.

Pemungutan suara untuk Dewan Rakyat Agung (SPA) merupakan suatu kewajiban dan taka da pilihan kandidat di dalamnya. Tak pernah terjadi perbedaan pendapat selama penyelenggaraannya.

Kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara hampir selalu mencapai 100% dan kepuasan terhadap sekutu pemerintah tersebut selalu bulat.

Sistem Pemilihan Presiden di Korea Utara

Korea Utara merupakan negara yang terisolasi dan diperintah oleh dinasti keluarga Kim. Rekayta negeri itu diwajibkan untuk mengabdi sepenuhnya kepada keluarga tersebut dan kepada pemimpin yang tengah berkuasa.

Pada hari pemungutan suara, seluruh warga berusia 17 tahun ke atas wajib datang ke TPS dan memberikan suara mereka.

“Sebagai bentuk kesetiaan, kalian diharapkan datang lebih awal, yang berarti aka nada antrean panjang.” Ungkap seorang pengamat Korea Utara, Fyodor Tertitsky, yang bermarkas di Kota Seoul, Korea Selatan.

Saat giliran kalian tiba, kalian akan menerima surat suara dengan hanya satu nama yang terdapat di dalamnya.

Tak ada yang harus diisi, taka da kolom yang perlu kalian contreng. Kalian hanya perlu membawa kertas itu dan memasukkannya ke dalam kotak suara yang diletakkan di tempat terbuka.

Ada juga bilik suara di mana kalian bisa memilih sendirian tanpa terlihat orang, namun hal ini akan langsung menimbulkan kecurigaan, menurut sang pengamat.

Secara teoretis, kalian memiliki hak untuk mencoret kandidat satu-satunya, namun, melakukan hal itu pasti akan membuat kalian diburu polisi rahasia dan kalian kemungkinan akan dinyatakan sakit jiwa.

Setelah kalian meninggalkan TPS, kalian diminta untuk bergabung dengan sekelompok orang yang bersorak di luar untuk mengekspresikan kebahagiaan kaian terkait kesempatan untuk memberikan suara demi kepemimpinan yang bijaksana di negara tersebut.

“Di media-media milik pemerintah, hari pemilu digambarkan sebagai acara yang meriah, dengan orang-orang yang merayakannya di luar TPS-TPS” jelas Monyoung Lee.

Karena memilih adalah suatu kewajiban, maka ajang pemilu juga dijadikan momen sensus penduduk oleh pemerintah untuk memonitor populasi masing-masing daerah pemilihan dan untuk melacak warga yang mungkin telah melarikan diri.

Dewan Rakyat Agung (SPA) merupakan sebuah lembaga tukang stempel tanpa kekuasaan apapun. SPA merupakan satu-satunya lembaga legislative yang ada di Korea Utara.

“saya tahu media internasional kerap menyaring isi laporan mereka dengan mengatakan bahwa SPA punya sedikit kekuasaan atau pengaruh, tapi itu tidak benar. SPA punya nol kekuasaan” ungkap Tertitsky.

Undang-undang pada kenyataannya disusun oleh petugas partai dan disetujui SPA begitu saha sebagai bentuk formalitas: tukang stempel.

Hal ini jauh berbeda dari kekuasaan lebih luas yang secara teoretis sebenarnya dimiliki lembaga tersebut. Dua pertiga suara akan cukup untuk mengubah konstitusi dan jumlah suara mayortas dapat mencabut kekuasaan Kim Jong-un.

Faktanya, SPA bahkan tidak bertemu secara reguler. Pada sidang pertama, mereka akan memilih dan membentuk badan yang lebih kecil untuk bekerja bagi mereka, sementara anggota dewan yang asli hanya akan berkumpul dalam acara-acara khusus.

Dan ternyata, ada tiga fraksi berbeda dalam parlemen. Yaitu Partai Buruh, yang dipimpin Kim Jong-un, sejauh ini merupakan partai terbesar, sementara sebagian kursi lainnya diduduki oleh dua partai lain, yakni Partai Demokrasi Sosial dan Partai Chondoist Chongu.

Pada praktiknya, ketiga partai tak memiliki perbedaan. Ketiganya juga bergabung di bawah Front Demokrasi untuk Reunifikasi Korea.

Daftar Presiden Yang Pernah Menjabat di Indonesia

Saat ini, Indonesia dipimpin oleh Bapak Joko Widodo yang dipercaya oleh rakyat untuk menjabat. Sebelum ia menjabat, sudah ada  6 orang yang pernah berada di posisinya sebagai Presiden.

Mereka merupakan orang-orang yang dipercaya untuk memimpin negara ini. Untuk kalian yang mungkin belum tahu atau belum hafal. Yuk simak ringkasannya di bawah ini.

Daftar Presiden Indonesia

Sejak 17 Agustus 1945 lalu, Indonesia sudah melewati berbagai kesenangan maupun kesedihan. Tak terkecuali dengan pandemic yang terjadi sekarang ini.

Bahkan, Indonesia telah mengganti pemimpinnya sebanyak 7 kali sepanjang perjalanannya. Ke 7 presiden tersebut memiliki masa jabatan yang beragam.

1.Soekarno

Soekarno sebagai tokoh proklamator negeri ini terpilih sebagai Presiden Indonesia pertama. Hasil siding PPKI tangga; 18 Agustus 1945 menetapkan Beliau sebagai Presiden diwakili ileh Mohammad Hatta.

Beliau lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodiharjo. Beliau meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di Jakarta pada umur 69 tahun.

Soekarno menjabat sejak 18 Agustus 1945 sampai dengan 12 Maret 1967. Ia berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama Moh Hattta.

2.Soeharto

Soeharto lahir pada 8 Juni 1921 di Yogyakarta serta menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 27 Januari 2008 di usia 86 tahun.

Beliau dinobatkan sebagai presiden terlama di negeri ini yang menjabat selama 31 tahun sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Soeharto sendiri beraal dari partai Golkar dimana ia telah didampingi oleh 6 wakil presiden.

3.BJ Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan putra kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 September 2019 di Jakarta.

Ia merupakan presiden dengan jabatan tersingkat, yaitu selama 1  tahun 5 bulan tanpa wakil sejak 21 Mei 1998 sampai dengan 20 Oktober 1999.

4.Abdurahaman Wahid

Beliau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Ia lahir di Jombang, 7 September 1940 dan meninggal  dunia pada umurnya yang ke 69 tahun di Jakarta 30 Desember 2009.

Gus Dur memimpin negeri ini sejak 20 Oktober 1999 sampai dengan 23 Juli 2001. Ia berasal dari Parta Kebangkitan Bangsa (PKB)

5.Megawati Soekarno Putri

Megawati lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Ia merupakan anak dari Soekarno, Presiden pertama Indonesia.

Sampai saat ini, ia merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi Presiden Indonesia. Ia menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai dengan 20 Oktober 2004.

6.Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dipanggil SBY merupakan Presiden yang terpilih secara langsung melalui Pemilu.

Ia menjabat selama dua periode berturut-turut untuk memimpin negeri ini. SBY lahir di Pacitan, 9 September 1949.

Selama 10 tahun ia memimpi terhitung dari 20 Oktober 2004 sampai dengan 20 Oktober 2014. SBY juga dikenal sebagai presiden dan berkarir di militer.

7.Joko Widodo

Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Sebelumnya ia terlah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan walikota Surakarta selama 2 periode terhitung 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012.

Ia menjabat sebagai Gubernur pada 12 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2016. Kemudian ia ikut bertrung dalam pemilihan presiden periode 2019 – 2024.

Itulah 7 presiden yang telah sukses memimpin negeri ini hingga bisa menjadi seperti sekarang.

Keunikkan Pemilu di Negara Jepang

Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki hubungan dengan Indonesia. Di negara ini, sama seperti Indonesia juga memiliki sebuah pemilu untuk menentukan pemimpin mereka.

Namun, ada beberapa perbedaan yang mencolok juga dibandingkan dengan Indonesia. Banyak hal menarik yang bisa kita perhatikan.

Keunikkan Pemilu dari Negara Jepang

Saat datang ke tempat pemilu, di Jepang selalu menggunakan pensil. Mereka menggunakan pensil tersebut untuk menuliskan nama calon yang dipilihnya.

Jika salah menulis, ada penghapus yang disediakan. Hanya nama calon yang kita dukung saja yang dituliskan pada kertas pilihan lalu dimasukkan ke kotak pemolu.

Di negara lain biasanya kertas pilih sudah menuliskan nama calon atau nama partai, kita hanya tinggal menconteng atau memberikan tanda saja bagi yang kita pilih.

Mengapa Jepang melakukan demikian? Karena pemerintah Jepang mengetahui semua rakyatnya sama rata mendapat pendidikan setingkat, tidak jauh perbedaan pendidikan, dan bisa menulis serta membaca dengan baik, sehingga cukup memberikan kertas pemilu kosong lalu menuliskan nama yang didukungnya.

Sedangkan di banyak negara dibuat model contreng tanda saja karena dianggap tidak sedikit yang tak bisa menulis, walaupun mungkin bisa membaca.

Sehingga untuk memudahkan digunakanlah model contreng seperti itu.

Selain itu, yang menarik adalah cara penulisan yang berbeda, tetapi bisa di sahkan, diperbolehkan oleh panitia pemilu.

Yang penting adalah, hanya menuliskan nama calon yang kita dukung saja, tidak boleh menambahkan hal lain.

Misalnya seperti memberikan gambar “Hati” pada nama tersebut. Kita berikan tulisan Gambare (semangat!) pada kertas pemilu.

Hal-hal tersebut membuat kertas pemilu kita hangus, tidak bisa dihitung. Demikian pula ada coretan panjang, mungkin tak sengaja, akan membuat kertas pemilu kita hangus.

Oleh karena itu kalau ada coretan panjang, misalnya, tak sengaja, bisa dihapus pakai penghapus yang tersedia karena penulisan semua harus pakai pensil.

Cara penulisan yang berbeda tetap bisa di sahkan dan di perbolehkan. Misalnya, dalam calon pemilu hanya ada satu nama, menggunakan nama Takigami Akira.

Sebagai pendukung salah menuliskan nama tersebut tetapi mirip nama tersebut. Tertulis misalnya menjadi “Takagami Akira” atau tertulis menjadi “Tagikami Akira” atau menjadi “Tategami Akira”, atau menjadi “Tatagami Akira” atau tertulis menjadi “Ikegami Akira”.

Semua itu disahkan diperbolehkan dan diakui satu suara, surat suara tidak hangus. Mengapa? Karena dianggap mungkin penulisnya lupa sedikit nama calonnya.

Sedangkan nama calon yang menggunakan nama itu hanya ada satu orang saja. Calon lain sama sekali lain namanya. Calon lain tak ada yang mirip nama Takigami Akira.

Penulisan tangan dan salah tulis sedikit, asal taka da calon lain yang mirip maka disahkan surat suara tersebut.

Lalu, berapa biaya per calon legislative yang dikeluarkan negara dengan menggunakan uang pajak rakyat Jepang saat ini?

Satu orang calon ternyata di danai dengan uang pajak rakyat sebanyak 400 juta yen untuk berbagai keperluan, baik cetak poster, penjelasan mengenai sang calon, dan sebagainya.

Jadi, kalau rakyat Jepang tak datang ke tempat pemilu, rasanya akan mubazir karena telah menghilangkan uang pajaknya sendiri.

Sementara, jumalah rakyat Jepang yang punya hak suara dan datang ke tempat pemilu tidak lebih dari 50%. Umumnya sekitar 40% saja.

Itulah bagaimana Jepang mengadakan pemilu di negaranya. Cukup berbeda dari negara lain bukan?

5 Perbedaan Sistem Pemilu Di Indonesia dan Amerika Serikat

Amerika Serikat dalam waktu dekat akan megadakan pemilihan umum untuk presiden baru nya. Sama seperti Indonesia, mereka hanya memiliki 2 kandidat yang akan menjadi salon Presiden AS.

Tentu saja persaingan kedua belah pihak ini sangat ketat dan berlangsung cukup panas. Hal ini juga biasa kita lihat di Indonesia ketika memilih presiden dalam 5 tahun sekali.

Indonesia dan Amerika Serikat merupakan dua negara yang sama-sama menganut system demokrasi, dimana warganya berhak memilih langsung calon presiden mereka.

5 Perbedaan Pemilu Di Indonesia Dan Amerika

Namun, meski memiliki system yang sama, ternyata kedua negara ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam hal penyelenggaraan pemilu.

Apa saja? Yuk simak dibawah ini.

1.Jumlah Partai

Salah satu hal yang paling mencolok, di Indonesia kita tahu ada banyak sekali partai yang berpartisipasi dalam pemilu, namun tidak dengan AS.

Pemilihan umum di AS dikuasai oleh 2 partai besar, yaitu Partai Demokrat dan Republik. Sebenanrnya dalam konstitusi AS tidak ada batasan dalam jumlah partai.

Namun dalam sejarah dan tradisinya hanya dua partai besar tersebut yang selalu menguasai pemilu di sana.

2.Cara Menentukan Calon Presiden

Di Indonesia, setiap partai politik bebas mengajukan calon presidennya. Capres ini pn umumnya ditunjukkan langsung oleh partai yang mengusungnya.

Sementara di AS, masyarakat merupakan pihak yang memiliki pengaruh kuat dana pemilihan capres dari setiap partai politik.

Capres akan ditentukan melalui pemilu pendahuluan, baik melalui system kaukus maupun primary, selain itu, capres dari masing-masing partai akan diseleksi terlebih dahulu melalui konsesi yang melibatkan kader dari masing-masing partai.

3.Cara Menentukan Pemenang Pemilu

Di Indonesia, siapa pun yang berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilu maka akan langsung dianggap sebagai pemenang.

Berbeda dengan AS, kemenangan seorang capres ditentukan oleh 538 perwakilan negara bagian yang tergabung dalam electoral college.

Keberadaan ini diatur dalam konstitusi AS Pasal 2 ayat 3. Sementara itu, untuk memenangkan pilpres dibutuhkan 270 suara elector.

Setelah pemilihan presiden diselenggarakan, maka pada bulan Desember electoral college akan mengadakan.

Di kebanyakan negara bagian, anggota electoral college memberikan suara mereka berdasarkan suara mayoritas pemilih di negara bagian mereka.

Para pemilih akan memilih di negara bagian pada 15 Desember sementara kongres akan menghitung hasilnya pada Januari mendatang,

4.Waktu Pemilu

Pemilu AS diselenggarakan setiap 4 tahun sekali pada November tahun genap. Pemilu selalu jatuh pada hari Selasa. Sedangkan di Indonesia, pemilihan presiden akan jatuh setiap 5 tahun sekali.

Uniknya, saat warga AS memilih calon presiden, secara bersamaan mereka juga akan memilih kepala daerah di berbagai tingkatan, pemilihan hakim-hakim baru, bahkan pemilihan supervisor distrik-distrik sekolah public.

5.Atribut Saat Pemilu

Jika sudah memasuki musim pemilu, maka kita akan mudah melihat atribut parpol berserakan di seluruh pelosok Indonesia.

Bahkan, tak jarang atriut-atribut ini dipasang secara berlebihan sehingga terlihat mengotori berbagai wilayah.

Beda dengan yang ada di AS. Disana, akan jarang terlihat spanduk maupun pamphlet ajakan untuk memilih salah satu calon presiden tersebut yang terpampang di jalanan.

Itulah 5 perbedaan yang mencolok antara pemilu presiden di negara kita dan di negara Amerika Serikat. Memang setiap negara memiliki cara serta hukumnnya sendiri untuk memajukan negaranya.

Menurutmu, apakah kebijakkan AS bisa kita contoh di Indonesia?

Fakta Sebelum Jokowi-Maruf Amin Terpilih Menjadi Presiden

Setelah keputusan sangketa Pilpres 2019 dibacakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), jadwal penetapan Jokowi – Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hangat dibicarakan.

Di samping itu, ternyata ada isu kehadiran Prabowo Subianto, Capres pesaing Jokowi saat penetapan presiden dan wakil presiden.

Hal ini tentu saja menjadi sorotan banyak orang. Dalam wawancara lain, Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo tidak akan menghadiri rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Benarkah Prabowo Datang Saat Pelantikan Presiden Jokowi?

Menurut Muzani, lazimnya Prabowo tak perlu hadir saat penetapan pasangan calon terpilih. “saya kira kelazimannya selama ini enggak ya. Di pilkada juga gak seperti itu. Jadi cukuplah.” Ujarnya.

Penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih digelar di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat pada minggu 30 Juni 2019 sore.

KPU mengundang paslon nomor urut 01 dan nomor rut 02 untuk hadir dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih. Ketua KPU Arief Budiman berharap, kedua paslon dapat hadir dalam acara tersebut.

Setelah MK membacakan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 terpilih digelar pada Minggu 30 Juni 2019 di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Rapat pleno tersebut akan dimulai pada pukul 15.30 WIB dan diperkirakan akan selesai pukul 17.00 WIB.

“Kami akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih pada Minggu 30 Juni 2019 di kantor KPU, pukl 15.30 WIB. Jika tidak ada halangan, pukul 17.00 diperkirakan akan selesai.” Kata ketua KPU.

Dalam rapat tesebut, KPU turut mengundang penyelenggara pemilu lainnya seperti Bawaslu dan DKPP. Sementara Kementrian / Lembaga yang bekerja sama dengan KPU seperti TNI, Polri, Kemendagri, dan Kemenlu juga turut diundang.

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, partner pemantau pemilu, dan Non Government Organization (NGO) di bidang kepemiluan juga turut diundang.

Secara spesifik, dua kubu pasangan calon pilpres akan mendapat masing-masing jatah 20 undangan. “Besok undangan akan didistribusikan, mudah-mudahan mala mini bisa selesai, sehingga siang sudah bisa dikirimkan.” Ujarnya.

Nantinya, Kementrian / Lembaga terkait seperti Sekretariat Negara, Mahkamah Agung, MPR, DPR, Bawaslu, dan MK akan menerima Salinan putusan penetapan KPU tersebut.

Arief berharap, seluruh pihak yang diundang, khususnya kedua pasangan calon Pilpres dapat hadir dalam rapat pleni hari Minggu.

Karena, KPU akan memberikan kesempatan kepada dua paslon untuk melangsungkan konferensi pers secara bersama-sama.

“Kami berharap paslon 01 dan 02 bisa melakukan konpres bersama. Jadi mudah-mudahan, mereka punya cukup waktu, tidak ada halangan untuk menghadiri rapat pleno terbuka.” Ujarnya.

Setelah ketuk palu, Prabowo dan Sandiaga menggelar konferensi pers dan menyatakan menerima keputusan MK walau kecewa.

Selain itu, Prabowo juga akan berkonsultasi dengan tim hukum dengan mencari kemungkinan langkah hukum lainnya.

Prabowo lalu menggelar rapat internal bersama para elite partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur yang merupakan koalisi pendukung Prabowo Sandiaga di Pilpres 2019.

Ia juga mengucapkan terima kasih dan Koalisi Adil Makmur selesai. Beliau menghormati semua dan mempersilahkan kepada partai politik untuk mengambil keputusan dan langkah politiknya masing-masing.

5 Fakta Presiden Kita, Joko Widodo

Seperti yang kita semua ketahui, Joko Widodo merupakan presiden ke 7 Republik Indonesia. Namun, beliau merupakan presiden pertama yang berasal dari lingkar luar elit Jakarta.

Ia tidak memiliki latar belakang militer atau berasal dari dinasti politik yang kuat, ia juga dikenal senagai sosok yang sederhana.

Walau dianggap dekat dengan rakyat, namun ia tetap memiliki fakta unik yang menarik dan jarang diketahui.

Mau tahu? Yuk simak dibawah ini.

5 Fakta Presiden Jokowi, Sederhana Tapi Tetap Keren

Selama menjabat di pemerintahan, Jokowi terkenal dengan hobi nya yang suka turun langsung untuk melhat kondisi masyarakat.

Selain kepiawaiannya dalam memimpin, Jokowi rupanya juga menyimpan segudang kisah hidup dan fakta unik yang tidak boleh dilewatkan.

1.Asal Mula Nama

Tak banyak yang mengetahui bahwa nama Jokowi ternyata bukan hanya sekedar iseng. Nama tersebut memiliki sejarah yang menarik dari kesehariannya sebagai eksportir mebel.

Perusahaan furniture milik Jokowi yag bernama CV Rakabu konon didatangi seorang oembeli asal Prancis bernama Bernard Chene.

Di lingkungan Solo, Jawa Tengah, Joko merupakan nama yang kerap digunakan sehingga orang asing seperti Bernard kesulitan membedakan satu sama lain.

“Saya bertemu dengan pembeli mebel dari Prancis bernama Bernard Chene. Ia memberi sebutan Jokowi untuk sayam untuk membedakan Joko Eidodo dengan Joko lainnya. Sejak saat itu, orang-orang disana memanggil saya Jokowi.” Ungkapnya di vlog pribadinya.

2.Pernah Ganti Nama

Sebelum menyandang nama Joko Widodo, Jokowi awalnya bernama Mulyono. Kedua orang tuanya lalu mengganti nama tersebut menjadi Jokowi karena ia sakit-sakitan.

Menurut kepercayaan Jawa, anak kecil yang sering sakit-sakitan, harus segera berganti nama. “Boleh tidak percaya, saya kemudian tumbuh sehat” katanya.

3.Pecinta Minuman Temulawak

Temulawak merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang sering diolah menjadi minuman jamu tradisional.

Temulawak ini mempunyai berbagai mafaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, tumbuhan ini terbukti ampuh untuk mengatasi masalah pencernaan, peradangan, osteoarthritis, hingga gangguan liver.

Jokowi mengaku bahwa segelas temulawak adalah minuman wajibnya setiap pagi sebelum mulai bekerja. “Kalau mau agak enak, biasanya dicampur sedikit jahe” ujarnya.

4.Rata-Rata Tidur Dua Jam Sehari

Sebagai seorang pemimpin negara, padatnya agenda hingga serangkaian perjalanan dinas tentu saja menyita waktu istirahat Jokowi hingga tidak bisa tidur sesuai jadwal.

Menurut pengakuannya, rata-rata waktu tidur beliau ialah 2 jam sehari. Padahal, orang dewasa berusia 24 – 64 tahun membutuhkan waktu tidur 7 – 9 jam per hari.

Untuk melengkapi waktu tidur yang kurang itu, Jokowi senantiasa menyempatkan beristirahat sejenak di setiap perjalanan yang dilakukannya.

“Kalau dalam perjalanan di mobil 15 menit, di pesawat setengah jam.” Ucap Jokowi. Menurut cerita pegawai kantor Staf Presiden Happy Kurniawan Harianto, Jokowi selalu tidur diatas jam 00.00 malam karena kesibukannya.

“Pak Jokowi tuh ngobrol sebentar, gak sampai 10 menit bisa tertidur” ucapnya.

5.Jarang Sarapan Dan Menyukai Makanan Sederhana

Beda dengan kebanyakan orang pada umumnya yang mengonsumsi sarapan, Jokowi rupanya jarang makan berat saat mengawali rutinitas pagi hari.

Ia terkadang hanya mengisi perut dengan makanan ringan seperti telur rebus. Untuk makanan sehari-hari, Jokowi juga lebih menyukai menu tradisional sederhana seperti nasi liwet, sayur asem, dan tempe.

Biasanya jika tidak menyantap telur rebus, ia hanya meminum jamu, madu, atau air putih di pagi hari. Jamu favoritnya adalah campuran temulawak, jahe, dan kunir.

Itulah 5 fakta menarik tentang Jokowi. Wah, ternyata presiden kita adalah orang yang sangat sederhana dan pekerja keras ya. Semangat pak Presiden!