Tragedi semasa pemilihan umum presiden memang selalu ada saja. Tragedi tersebut datang dari KPPS yang meninggal sebanyak 91 orang. Tentunya, tragedi ini selalu ada saja dimanapun. Nah, untuk lebih lengkapnya maka kami sengaja untuk merangkum beberapa tragedi yang sempat terjadi di KPPS Sleman.

Tragedi Pemilihan Presiden 2019 Sleman

Tragedi Pemilihan Presiden 2019

Nah, ada beberapa fakta tragedi yang sempat terjadi selama pemilihan presiden di Sleman diantaranya adalah sebagai berikut.

Petugas KPPS Tagih Honor

Ratusan petugas KPPS  Sleman mendatangi kantor KPU untuk menagih Honor. Petugas KPPS belum diberikan honor maka dari mereka mendatangi KPU. Yadidi menuturkan seperti daerah lain sudah memberikan honor sebelum tiba pada hari pencoblosan.

Jumlah Petugas KPPS Meninggal 91 Orang

Banyaknya petugas KPPS yang meninggal secara misterius di beberapa pulau jawa. Anggota KPPS yang meninggal di jawa barat sebanyak 28 orang. Anehnya, terdapat 374 orang anggota KPPS yang menderita sakit. Banyaknya anggota KPPS yang meninggal di berbagai daerah ini tentunya perlu sekali mendapatkan perhatian pemerintah Indonesia meskipun dalam masih dalam masa pemilu.

Belum Adanya Tanggapan Yang Cepat

Terjadinya tragedi di pemilu 2019 ini hanya dianggap biasa saja atau memiliki tanggapan yang sangat lambat dari pemerintah mengenai hal ini. Bahkan jika tidak ada usulan untuk mengadakan evaluasi mungkin saja akan menjadi sebuah berita di atas koran atau media elektronik saja. Banyaknya petugas yang meninggal ini sangatlah perlu penyikapan dari pemerintah.

KPU Hanya Memberikan Santunan

KPU berencana untuk memberikan bantuan berupa santunan kepada keluarga dari anggota KPPS yang meninggal dunia dan sakit. Menurut Pemerintah bahwa anggota KPPS yang meninggal dan sakit adalah akibat dari tugas yang sangat berat dan melelahkan dan beberapa dari mereka mempunyai riwayat penyakit jantung.

Dari adanya tragedi tersebut anggota masyarakat yang bersimpati mengadakan aksi solidaritas. Aksi ini terjadi di beberapa provinsi dan sebelum memulai aksi solidaritasnya beberapa anggota membawa bendera dan mengibarkannya, menyalakan lilin dan menyanyikan kebangsaan Indonesia Raya. Di sela-sela acara ini para relawan, pihak polri, dan KPU mendoakan arwah anggota KPPS yang meninggal selama menjalankan tugasnya.

Menurut beberapa relawan yang ada di tempat aksi solidaritas tersebut mengatakan bahwa anggota KPPS yang meninggal adalah pahlawan yang demokrasi yang pantas diberikan penghormatan. Itulah Informasi yang kami sampaikan semoga saja tragedi pahit tersebut tidak terulang lagi di negara Indonesia. Ini juga bisa dijadikan sebagai tragedi yang paling aneh di Indonesia.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *