Politik Indonesia

Yuk Intip Lumbung Pangan Sandiaga Yang Kini Jadi Program Jokowi

Pada saat – saat sebelum pemilihan presiden, setiap pasangan calon presiden pasti membeberkan visi misi mereka.

Saat itu juga mereka sekaligus memberi tahu program apa saja yang akan dibuat dan dihadirkan untuk membuat negaranya lebih maju. Tak tterkecuali dengan Indonesia.

Pemilihan presiden yang baru saja terjadi pada 2019 lalu juga menunjukan hal demikian dengan hasil akhir paslon nomor urut 1 memenangkan pemilihan.

Benarkah Program Milik Jokowi – Ma’ruf Amin Sama Dengan Milik Sandiaga – Prabowo?

Wakil ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengklaim lumbung pangan nasiona merupakan salah satu program yang dicetuskan Prabowo Subianto dan dirinya pada 2018.

Menurutnya, gagasan tersebut juga menjadi bagian dari janji politiknya bersama Prabowo pada Pilpres 2019.

“Karena memang pemikiran lumbung pangan nasional itu adalah pemikiran yang memang berdua kami cetuskan di tahun 2018 dan 2019 dan tawarkan sebagai satu program untuk menjadi prioritas pembangunan bangsa, pembangunan Indonesia ke depan,” kata Sandiaga pada Selasa 14 Juli 2020.

Lumbung pangan saat ini menjadi program pemerintaha Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Jokowi juga menunjuk Prabowo selaku Menteri Pertahanan sebagai leading sector untuk menggarap program yang terpusat di Kalimantan Tengah.

Lalu, apakah lumbung pangan yang kini menjadi program Pemerintah sama dengan apa yang dicetuskan oleh Prabowo – Sandiaga?

Di dalam dokumen visi – misi Prabowo – Sandiaga pada Pikpres 2019 yang diserahkan ke KPU, memang terdapat program aksi mengenai upaya-upaya membangikan keunggulan agraris.

Namun, dalam program aksi tersebut tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai lumbung pangan nasional.

Berikut ini merupakan poin-poin program aksi Prabowo – Sandiaga untuk membagikan keunggulan agraris:

  • Merevitalisasi jutaan hektar lahan yang rusak menjadi lahan produktif bagi peningkatan produksi pangan untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
  • Merehabilitasi hutan rusak menjadi hutan alam, Hutan Tanaman Industri (HTI), dan hutan produksi ini, dengan menerapkan skema PPPP (public private people partnership) di mana manfaat terbesar akan dirasakan oleh masyarakat.
  • Mengembalikan peran Bulog sebagai stabilitas harga kebutuhan pokok dan komoditas pertanian lainnya.
  • Menjamin akses dan ketersediaan pupuk bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.
  • Pembangunan pabrik pupuk NPK baru dan memberi insentif bagi industri pupuk organik.
  • Menghentikan impor pangan terutama di saat panen untuk tetap menjaga stabilitas dan kepastian harga di tingkat petani.
  • Penguatan program di BUMN, universitas, dan lembaga penelitian di bidang pemuliaan tanaman dan teknologi benih.
  • Meningkatkan produktivitas pertanian melalui peningkatan sarana prasarana pendukung pertanian rakyat, teknologi pangan terpadu, mekanisasi pertanian, inovasi digital (digital farming), dan memperbaiki tata kelola rantai nilai hasil pertanian.
  • Mendirikan lembaga pembiayaan untuk usaha tani rakyat untuk memperkuat struktur permodalan, menjamin keberlangsungan usaha, dan pengembangan usaha.
  • Memodernisasi model bisnis pertanian, tata niaga agribisnis, dan sistem pemasaran sektor pertanian melalui inovasi teknologi.

Walaupun tidak disebutkan secara eksplisi dalam dokumen visi – misi, namun Sandiaga pernah menyampaikan janjinya membuat salah satu daerah di Kalimantan sebagai lumbung pangan nasional.

Sandiaga juga berjanji akan membuat wilayah Kalimantan Timur menjadi lumbung pangan nasional.

“Banyak potensi yang seharusnya dikelola dengan baik, apalagi tanah Kaltim ini subur. Kami akan jadikan Kaltim sebagai lumbung pangan Indonesia,” ujar Sandiaga saat kampanye terbuka di Balikpapan Sport and Convention Center (BBCC) atau Dome Balikpapan, 5 April 2019.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *